I Miss The Comfort in Being Sad…

It’s so relieving
To know that you’re leaving as soon as you get paid
It’s so relaxing
To know that you’re asking wherever you get your way
It’s so soothing
To know that you’ll sue me, this is starting to sound the same

Lirik di atas merupakan penggalan verse dari lagu “Frances Farmer Will Have Her Revenge On Seattle” milik Nirvana. Ya, satu nama yang pasti kita semua ingat jika nama Nirvana disebut jelas Kurt Cobain. Pria blonde ceking yang berperan besar dalam mempopulerkan kemeja flanel, jins belel, dan sepatu sneakers ke dalam tren fashion yang masih jamak ditemui hingga tahun 2016 ini.

Pria ini juga mempopulerkan penggunaan gitar Fender dan sound bising serta penuh noise yang kemudian turut menginspirasi munculnya noise rock yang dibawa oleh Sonic Youth dkk. dan kemudian merembet hingga sedikit-banyak mengambil peranan atas kemunculan segmentasi baru seperti britpop dan shoegaze yang melanggengkan kejayaan musik alternatif di era 1990-an.

cobain
Kurt dengan gitar akustiknya (musiclipse.com)

Kurt sudah sangat umum dikenal sebagai nama yang ikonik dan komersialitas namanya, juga nama bandnya, bahkan mungkin jauh lebih tinggi dibandingkan lagu-lagunya (check out the hip hop guy who sang a swaggy-dr.pepper-based-mv called “Bad” on Youtube, i didn’t need to mention his name, he was very confident to wore Nirvana’s shirt in his MV, wtf).

Nama Kurt sendiri sudah akrab di telinga saya dari kecil (tentu saja saya tidak tahu dia siapa karena sungguh hebat sekali anak SD umur 8 tahun-an mendengar Nirvana dan faham, meh), hingga menginjak umur 20-an sekarang. Buat saya, Kurt adalah interpretasi dari keresahan, depresi, sikap masa bodoh, perenungan, dan kemarahan yang parabolik: gabungan musik punk rock, ballad, rubrik penulis di kolom koran, dan beberapa puisi lama dengan nuansa delusional.

Melalui Nirvana, Kurt menyampaikan pikirannya lewat lagu-lagunya yang berjumlah kurang dari 50 saja tapi sangat kental aroma idealismenya: tentang bagaimana meluapkan emosi diri secara konkrit dan meletup-letup.

Underneath the bridge
The tarp has sprung a leak
And the animals i’ve trapped
Have all become my pets
And i’m living off of grass

Dalam lagu “Something In The Way” tersebut, Kurt menceritakan betapa Kurt berusaha menikmati kesepiannya seorang diri ketika dia diusir dari rumah oleh ibu kandungnya dan kemudian menjadikan kolong jembatan Whiskah River sebagai ‘rumahnya’. Cerita-cerita masa lalu Kurt yang kelam memang mempengaruhi lirik-lirik yang diciptakan oleh Kurt sehingga menjadi bermakna sangat dalam.

Selain lagu “Something In The Way” di atas, coba simak “Lithium” yang jamak digunakan sebagai representasi resahnya perasaan cinta yang disimpan sendiri dan/atau belum menemui ‘kata sepakat’ (Lithium sendiri merupakan nama obat bagi penyakit bipolar, dimana penderitanya mengalami moodswing secara ekstrim) atau “Serve The Servants” yang secara eksplisit menyampaikan penolakan Kurt terhadap perceraian kedua orangtuanya yang menghancurkan masa kecilnya dan memuramkan hidupnya.

Dibandingkan dengan punk rock orisinil yang mengampanyekan perlawanan terhadap tirani yang menyebabkan kehidupan sosial kacau balau, Nirvana membawa monolog-monolog yang lebih egois: cerita masa kecil yang kelam, gejolak emosi tengah malam, dan momen-momen kesendirian, pengasingan, pengusiran, hingga perasaan jatuh cinta yang menyebalkan dengan mengambil subyek pembicaraan langsung ke diri sendiri tanpa metafor berlebihan untuk disampaikan secara gamblang: gusar namun lantang.

Hal ini kemudian dibungkus dengan musik mereka yang menonjolkan sound gitar yang kotor serta didominasi oleh rhythm yang gelap dengan kord minim, vokal yang menggumam di satu waktu lalu tiba-tiba teriak marah di waktu lainnya, serta ketukan-ketukan punk rock yang cepat namun jauh dari kesan ceria. Oya, saya pribadi tidak begitu menggemari musik grunge, bahkan cenderung tidak suka karena overall saya lebih attached ke alternative, shoegaze, dan punk rock, tapi (mungkin juga karena ketertarikan saya dengan punk rock dan terdapatnya unsur-unsur psikedelik nan gelap) saya sangat menggemari karya-karya Nirvana.

I’m so lonely, but that’s okay, i shaved my head and i’m not sad
And just maybe i’m to blame for all i’ve heard, but i’m not sure
I’m so excited, i can’t wait to meet you there but i don’t care
I’m so horny, but that’s okay, my will is good

(Nirvana – Lithium)

Nada-nada yang merdu dan lirik yang indah nan dramatis bukan hal yang penting karena memang tidak ada nada-nada yang merdu dalam rasa gusar, gelisah, dan marah. Dan hidup ini bukan melulu tentang memforsir diri dan memperhatikan sekitar saja: kita butuh waktu untuk diri kita sendiri. Kesedihan merupakan hal normal yang sama sekali tidak tabu untuk diungkapkan. Dan kita butuh sarana untuk mengungkapkannya: teriak lepas dengan jujur.

Terima kasih Kurt telah menjembatani kesedihan-kesedihan yang telah terbebas selama ini, tanpa rasa malu sedikitpun.

kurt
Kurt dan kemurungan abadinya (giphy.com)

I miss the comfort in being sad…
I miss the comfort in being sad…
I miss the comfort in being sad…

(Nirvana – Frances Farmer Will Have Her Revenge On Seattle)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s