5 Artis Indie Lokal Yang Layak Kamu Dengarkan di Ujung 2016 Ini!

2016 udah jalan 10 bulan nih friend, masa playlist masih itu-itu aja?

Arus musik jalur independen emang udah nggak bisa dipungkiri lagi merupakan satu kekuatan besar yang konsisten selama satu setengah dekade terakhir. Jalur indie dianggap sebagai oase musik Indonesia ketika jalur major cenderung dipandang monoton, penuh gimmick, dan terlalu banyak omong kosong.

barasuara-portrait-1

2015 adalah tahunnya mereka (revi.us)

Skena musik indie secara rutin mengorbitkan nama-nama baru yang direken oleh khalayak. Di Indonesia, gemerlap scene musik independen ini diawali oleh Pas Band dan Poster Cafe di awal 1990-an, yang kemudian secara bergantian nama-nama seperti Naif, Burgerkill, The Upstairs, Alone At Last, The Brandals, Sore, Rocket Rockers, Seringai, The SIGIT, Efek Rumah Kaca, hingga terakhir angkatan Silampukau dan Barasuara yang sukses mencuri perhatian lewat jalur ini pada 2015 kemarin. Kualitas lagu-lagu mereka jelas tidak kalah dengan band-band orbitan jalur serupa yang berasal dari mancanegara (terutama Inggris dan Skandinavia yang nge-hip banget di kalangan remaja Indonesia).

Nah, untuk tahun 2016, siapa sajakah (sejauh ini) yang paling berhasil mencuri perhatian dan wajib untuk dikulik? Berikut daftarnya.

Continue reading “5 Artis Indie Lokal Yang Layak Kamu Dengarkan di Ujung 2016 Ini!”

Ndasmu!! friend

Kleansemasuciakupenudosah….sah….sah….

Sedikit terima kasih buat Young Lex karena video musik terbaru punya dialah, saya (dan juga kita semuaaaa) jadi tetiba ikut komentar perihal ini dan itu. dammit.

Dan selepas melihat secara prihatin video duetnya dengan cewek terviral 2016 di Indonesia itu, saya jadi ngulik lagi sedikit-sedikit lagu hip hop dan rap lokal Indonesia yang sedang berputar sekarang di waktu senggang, karena ya… ternyata pamor hip hop bisa dibilang tinggi juga ya sekarang, terutama lewat menjamurnya orang eksis di Youtube running shoes, sports jacket gombrong, snapback, joggerpants, dan lain sebagainya yang masuk ke dalam kategori fashion style beraroma swag dan thug life, hehe. Continue reading “Ndasmu!! friend”

Review Album: Efek Rumah Kaca “Sinestesia”

sinestesia-11
Cover album ketiga Efek Rumah Kaca, “Sinestesia” (demajors)

Dibutuhkan tujuh tahun dari album “Kamar Gelap” bagi  Efek Rumah Kaca untuk merilis album studio ketiga mereka, “Sinestesia”. Memuat enam lagu baru yang semuanya menggunakan nama-nama warna sebagai judulnya, kelompok pop minimalis asal Jakarta ini menawarkan sepaket materi yang segar bagi para pendengarnya.

Secara durasi, lagu-lagu yang terdapat pada album ini tergolong panjang dengan durasi di atas 7 menit per lagunya, dimana setiap lagunya dibagi dalam beberapa fragmen terpisah yang saling terhubung. Dengan konsep isi album seperti itu, Efek Rumah Kaca mampu memaksimalkan musikalitas mereka ke titik tertinggi lewat eksplorasi habis-habisan yang terasa lebih ambisius dari kedua album sebelumnya. Continue reading “Review Album: Efek Rumah Kaca “Sinestesia””